jpnn.com, JAKARTA - BANYAK orang yang merasa tidak percaya diri dengan berat badan mereka.
Meningkatnya kasus obesitas di seluruh dunia juga mendorong munculnya diet dan makanan antiobesitas di pasaran.
Meskipun di satu sisi mereka mempromosikan pola makan sehat, terlalu mengandalkannya secara membabi buta bisa lebih banyak merugikan daripada menguntungkan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan obesitas sebagai akumulasi lemak abnormal atau berlebihan yang menimbulkan risiko bagi kesehatan.
Para ahli gizi telah menegaskan pentingnya memerangi obesitas dengan makanan alami yang tepat, aktivitas fisik yang memadai, dan gaya hidup sehat.
Namun, daya tarik dari smoothie mewah, granola bar, dan produk bebas gluten terlalu kuat untuk diabaikan banyak orang.
Yang perlu diingat dalam perjalanan antiobesitas Anda adalah bahwa apa pun yang terlalu banyak tidaklah baik, termasuk makanan sehat.
Berikut penjelasannya, seperti dikutip laman Healthshots.com.






















































