jpnn.com, JAKARTA - Kekhawatiran terhadap keamanan galon guna ulang berbahan polikarbonat (PC) kembali mencuat setelah ahli polimer Universitas Indonesia, Profesor Mochamad Chalid memperingatkan potensi peluruhan Bisphenol A (BPA) dari galon yang telah digunakan secara berulang dalam jangka panjang.
Peringatan tersebut sejalan dengan investigasi Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) yang menemukan masih banyak galon lanjut usia atau Ganula beredar di pasaran.
Profesor Chalid menjelaskan bahwa struktur galon PC terdiri atas rangkaian polimer panjang yang dapat mengalami pemutusan akibat usia material, paparan panas, proses pencucian, dan frekuensi penggunaan.
Pemutusan rantai tersebut menyebabkan pelepasan partikel BPA melalui proses leaching. “Putusannya disebut leaching, yaitu bagian kecil dari polimer yang terlepas,” ujar Chalid.
Dia menekankan perlunya batas penggunaan galon guna ulang untuk meminimalkan risiko migrasi BPA.
Menurutnya, galon PC sebaiknya dipakai maksimal 40 kali atau sekitar satu tahun dengan asumsi pengisian ulang dilakukan setiap minggu. “Lebih dari itu, risiko migrasi BPA akan semakin tinggi,” tegasnya.
Temuan KKI menunjukkan persoalan di lapangan jauh lebih serius. Dari investigasi di 60 kios di wilayah Jabodetabek, sebanyak 57 persen galon berusia lebih dari dua tahun, bahkan ditemukan galon produksi 2012 yang masih diperjualbelikan.
Selain itu, sekitar 80 persen galon tampak buram dan kusam, menandakan penurunan kualitas material.






















































