Amerika Serikat akan memberlakukan tarif impor mulai 9 April nanti termasuk barang-barang dari Indonesia. Sejumlah pengamat di Indonesia mengatakan hal ini berpotensi jadi babak baru perang dagang.
Presiden Donald Trump mengungkapkan kebijakan tarif pada hari ini waktu Amerika Serikat, yang disebutnya sebagai "Hari Pembebasan".
Dalam daftar yang diperlihatkan Gedung Putih, tarif yang diberlakukan untuk barang-barang dari indonesia sebesar 32 persen.
Ini menjadi "tarif timbal balik" setelah Indonesia memberlakukan tarif sebesar 64 persen untuk barang-barang dari Amerika Serikat.
Apa yang bisa dilakukan Indonesia?
Ekonom Institute of Development of Economic and Finance (INDEF) Andry Satrio Nugroho menilai masih ada peluang untuk menegosiasikan kebijakan tarif ini.
"Kemungkinan besar akan ada retaliasi perdagangan dari Indonesia dan negara-negara lainnya, dan menurut saya ini babak baru perang dagang."
"Yang pertama kali harus dilakukan pemerintah Indonesia adalah menegosiasi tarif ini."
Selain menegosiasikan kebijakan yang telah diumumkan, Andry mengatakan Indonesia juga bisa mulai melirik negara maju lain sebagai tujuan ekspor pengganti Amerika Serikat.