jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Barisan Rakyat Nusantara (BaraNusa) mendorong aparat penegak hukum untuk mencari dalang di balik adanya aksi unjuk rasa di depan BSI Syariah Tower, Jalan Gatot Subroto, Jakarta.
Aksi tersebut dipicu adanya isu soal pencairan dana hibah Rp 10 triliun yang dikaitkan dengan entitas Golden Eagle.
Ketua Umum BaraNusa, Adi Kurniawan menuturkan, demonstrasi yang dilakikan salah alamat dan berbahaya jika dibiarkan. Pasalnya, PT Bank Syariah Indonesia (BSI) sudah membantah dan menyebut isu tersebut adalah hoaks.
Sikap BSI sejalan dengan keputusan Satgas PASTI OJK yang sebelumnya menghentikan seluruh aktivitas Golden Eagle International–UNDP karena tidak memiliki legalitas, izin operasional yang jelas, serta berpotensi menyesatkan masyarakat.
“Ini bukan aspirasi murni, tapi sudah terkontaminasi informasi palsu,” ujar Adi dalam keterangan tertulisnya kepada JPNN.com, dikutip Selasa (6/1/2026).
“Kalau demonstrasi didorong oleh hoaks dana hibah Rp10 triliun, ini bukan perjuangan rakyat. Ini manipulasi rakyat,” sambung Adi.
Lebih lanjut, kata Adi, BSI adalah korban pencatutan nama, bukan pihak yang wajib dimintai pertanggungjawaban atas klaim fiktif.
“Yang harus didesak itu aktor penyebar hoaks dan pihak yang mengklaim dana hibah tanpa dasar hukum, bukan bank yang justru sudah membantah secara resmi,” katanya.



















































