jpnn.com, JAKARTA - Pengamat transportasi Djoko Setijowarno menyebutkan penyediaan bus gratis dan kemudahan pendaftarannya merupakan solusi mengalihkan pemudik motor ke transportasi yang lebih aman saat mudik Lebaran 2026.
Hal ini juga kata dia, sebagai solusi untuk meniadakan penggunaan sepeda motor saat momen mudik Lebaran 2026.
"Mudik menggunakan sepeda motor sangat tidak dianjurkan karena risiko kecelakaan yang tinggi, terutama jika membawa muatan barang berlebih atau berboncengan lebih dari satu orang," kata Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat idikutip Senin (19/1).
Menurut Djoko, sepeda motor tetap menjadi pilihan karena jauh lebih ekonomis dibanding tiket transportasi umum yang harganya melonjak dua kali lipat saat Lebaran.
Selain faktor biaya, pemudik memilih motor demi fleksibel waktu istirahat, meskipun risiko kecelakaan tetap membayangi sepanjang perjalanan.
Karena itu, dia berpendapat bahwa pemerintah perlu mengalihkan anggaran mudik gratis sepeda motor untuk menambah kuota bus.
Mengingat selama ini penyerapannya kurang dan tidak efektif mengurangi kepadatan motor di jalan raya.
Terlebih, ketersediaan sepeda motor di daerah sudah melimpah sehingga pemudik tetap bisa bersilaturahmi menggunakan kendaraan milik keluarga atau jasa sewa lokal.






















































