jatim.jpnn.com, PROBOLINGGO - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan dua titik api yang masih tersisa dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dapat dipadamkan pada pekan ini.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan dari 34 titik api yang sebelumnya terdeteksi, kini hanya tersisa dua titik yang masih belum padam.
"Dari total 34 titik api sebelumnya, kini masih tersisa dua titik api yang belum padam. Kami upayakan dua titik api itu sudah selesai dipadamkan pada Jumat (14/8)," kata Suharyanto saat meninjau lokasi karhutla di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Selasa (11/8).
Dalam peninjauan tersebut, Suharyanto mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno untuk memantau dampak serta penanganan karhutla di kawasan TNBTS.
Menurut Suharyanto, pemerintah menyiagakan tiga unit helikopter water bombing untuk membantu proses pemadaman. Nantinya, dua unit water bombing akan ditarik untuk membantu penanganan karhutla di daerah lain yang juga membutuhkan dukungan.
Sementara itu, satu unit water bombing tetap disiagakan di kawasan Bromo hingga seluruh titik api berhasil dipadamkan.
Suharyanto mengatakan petugas menghadapi sejumlah kendala dalam proses pemadaman karhutla di kawasan TNBTS. Salah satunya kondisi medan yang sulit. Titik api berada di kawasan dengan ketinggian dan kemiringan medan mencapai 80 derajat.
Kondisi tersebut membuat pasukan darat tidak dapat menjangkau titik api karena mempertimbangkan keselamatan petugas.
















































.jpeg)


