jpnn.com - JAKARTA - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta kembali menghentikan sementara operasional kapal cepat dari Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara, ke sejumlah pulau di Kabupaten Kepulauan Seribu. Penghentian sementara operasional itu akibat cuaca buruk yang terjadi sejak Senin (12/1).
“Kami sudah dua hari menghentikan operasional kapal cepat sejak Senin (12/1). Ini langkah antisipatif untuk meminimalkan risiko kecelakaan di laut,” kata Kepala Unit Pengelola Angkutan Perairan (UPAP) Dishub Provinsi DKI Jakarta Muhamad Wildan Anwar di Jakarta, Selasa (13/1).
Dia mengatakan bahwa kebijaka ini diambil karena kondisi cuaca buruk yang ditandai dengan curah hujan tinggi serta gelombang laut yang berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
Menurut dia, keputusan tersebut diambil mengacu pada data cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), serta belum diterbitkannya izin berlayar oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Muara Angke. "Keselamatan penumpang adalah prioritas utama,” ungkap Wildan.
Dia menambahkan informasi cuaca dari BMKG dan hasil pemantauan di lapangan, kondisi perairan saat ini belum memungkinkan untuk pelayaran kapal cepat menuju Kepulauan Seribu. “Kami sudah mengomunikasikan ini dengan calon penumpang. Untuk Rabu (14/1), kami masih menunggu izin berlayar dari KSOP,” kata dia.
Wildan mengatakan terdapat empat lintasan utama kapal cepat Dishub DKI Jakarta yang sementara tidak beroperasi. Pertama, lintasan Muara Angke-Pulau Untung Jawa-Pulau Lancang-Pulau Payung-Pulau Tidung.
Kedua, lintasan Muara Angke-Pulau Untung Jawa-Pulau Pari-Pulau Panggang-Pulau Pramuka.
Ketiga, lintasan Muara Angke-Pulau Pari-Pulau Pramuka-Pulau Kelapa.






















































