jpnn.com, JAKARTA - Direktur Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti menyebut pernyataan Jokowi mendukung UU KPK dikembalikan ke versi lama berkaitan dengan kepentingan politik.
Ray menyebut Jokowi perlu menyiapkan langkah antisipasi ketika sang putra Wapres RI Gibran Rakabuming Raka tak dipilih Prabowo Subianto sebagai cawapres pada 2029.
"Jaga-jaga bila memang akhirnya Prabowo tidak berkenan dengan Gibran sebagai satu paket menuju priode kedua," katanya melalui layanan pesan, Selasa (17/2).
Ray mengatakan Jokowi menyiapkan skenario tanpa Prabowo pada 2029 dengan membangun citra bersama Gibran sebagai sosok-sosok yang peduli gerakan antikorupsi.
"Dimulai dengan mencitrakan Gibran dan Jokowi sebagai orang yang peduli pada gerakan antikorupsi," katanya.
Ray menyebut keinginan dicitrakan sosok yang peduli gerakan antikorupsi dimulai dengan dukungan mengembalikan UU KPK versi lama.
Banyak pihak menilai perubahan UU KPK pada 2019 melemahkan kemampuan lembaga antirasuah memberantas korupsi.
"Ya, untuk itulah isu mengembalikan UU KPK sebelum revisi digerek," ujar Ray.



















































