Hilal Ramadan 1447 H di Bali Terkendala Cuaca Buruk, Tertutup Awan Tebal

9 hours ago 19

Selasa, 17 Februari 2026 – 20:45 WIB

Hilal Ramadan 1447 H di Bali Terkendala Cuaca Buruk, Tertutup Awan Tebal - JPNN.com Bali

Kemenag Bali bersama BMKG Wilayah III Denpasar saat pemantauan hilal 1 Syawal di Pantai Sekeh, Badung, Bali, Selasa (17/2). Foto: ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari

bali.jpnn.com, KUTA - Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Bali melaporkan bahwa pemantauan hilal awal Ramadan 1447 Hijriah di Pantai Sekeh, Tuban, Badung terkendala cuaca buruk.

Tebalnya awan di lokasi pemantauan membuat hilal tidak dapat terlihat melalui teleskop.

Pemantauan berlangsung hingga pukul 18.44 WITA dan dipastikan hilal tak tampak di Pantai Sekeh, Tuban.

Kepala Kanwil Kemenag Bali I Gusti Made Sunartha mengatakan perangkat optik yang digunakan tidak mampu menembus ketebalan awan.

"Tadi kami coba melihat secara detail, tetapi tetap tidak bisa. Yang terlihat hanya awan saja," ujar I Gusti Made Sunartha di Kabupaten Badung, Selasa (17/2).

Berdasarkan data perhitungan, tinggi hilal saat ini berada di posisi -1,219 derajat.

Angka tersebut masih jauh di bawah standar kesepakatan MABIMS.

Dengan kondisi ini, diperkirakan awal Ramadan 1447 H tidak jatuh pada tanggal 18 Februari 2026, melainkan 19 Februari.

Kemenag Bali melaporkan bahwa pemantauan hilal awal Ramadan 1447 Hijriah di Pantai Sekeh, Tuban, Badung terkendala cuaca buruk

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News

Read Entire Article
| | | |