Impor Minyak Mentah dan BBM tak Bisa Dihindarkan Lagi

5 hours ago 15

Impor Minyak Mentah dan BBM tak Bisa Dihindarkan Lagi

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

SPBU Pertamina. Ilustrasi. Foto JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara mengatakan untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) masyarakat Indonesia saat ini, tidak mungkin hanya mengandalkan produksi kilang domestik.

Sebab, kapasitas kilang dalam negeri hanya mampu mengolah sepertiga minyak mentah dari total kebutuhan nasional. 

“Mau enggak mau harus impor. Kalau enggak ada BBM, BBM langka, masyarakat akan ribut. Bisa menimbulkan masalah sosial,” ujar Marwan.

Namun kata Marwan, melalui impor tentu harus mengikuti harga dunia. ”Makanya kalau subsidi masih dipertahankan, ya apa boleh buat APBN harus membantu,” imbuhnya.

Kondisi demikian, jelas Marwan, karena kebutuhan BBM dalam negeri saat ini sekitar 1,5 juta barel per hari.

Padahal di sisi lain, kapasitas kilang dalam negeri hanya 500 ribu barel atau sepertiga dari kebutuhan. Karena itulah, impor adalah upaya yang tak bisa dihindarkan.

Permintaan BBM dalam negeri memang terus meningkat setiap tahun. Untuk sektor transportasi sebagai pengguna BBM terbesar misalnya, jumlah kendaraan bermotor terus meningkat.

Mengutip data Korlantas Polri, total populasi kendaraan bermotor di Indonesia mencapai 164.136.793 unit. Jumlah tersebut telah bertambah sebanyak 5 juta hanya dalam waktu delapan bulan.

Mau enggak mau harus impor. Kalau enggak ada BBM, BBM langka, masyarakat akan ribut. Bisa menimbulkan masalah sosial.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |