jpnn.com, TEHERAN - Jumlah demonstran tewas di Republik Islam Iran telah meningkat menjadi 646, menurut Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) yang berbasis di AS pada Senin.
Dari data yang dikumpulkan HRANA, ditemukan bahwa sebanyak 10.721 orang telah ditangkap hingga hari ke-16 protes nasional di Negeri Para Mullah tersebut.
Dalam sebuah laporan, organisasi tersebut juga mencatat bahwa Iran telah mengalami pemadaman internet selama lebih dari 100 jam.
Iran telah diguncang oleh gelombang protes sejak bulan lalu, dimulai pada 28 Desember di Grand Bazaar Teheran, terkait dengan depresiasi tajam rial Iran dan memburuknya kondisi ekonomi. Demonstrasi kemudian menyebar ke beberapa kota lain.
Para pejabat Iran menuduh AS dan Israel mendukung apa yang mereka sebut sebagai "perusuh bersenjata," yang telah melakukan beberapa serangan di tempat umum di seluruh negeri.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump pada Minggu (11/1) mengatakan bahwa pemerintahannya memantau situasi di Iran dengan cermat dan sedang mempertimbangkan "opsi yang sangat kuat" karena jumlah korban tewas yang terus meningkat.
"Kita akan mengambil keputusan," kata Trump.
Pemimoin AS itu menambahkan bahwa pihaknya telah menerima laporan setiap jam tentang Iran, tanpa memberikan informasi tentang kapan, di mana, atau bagaimana AS akan bertindak. (ant/dil/jpnn)






















































