jpnn.com, JAKARTA - Oleh: Azis Subekti, Anggota DPR RI Komisi II, Fraksi Gerindra
Memasuki awal 2026, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sesungguhnya tidak sedang kekurangan agenda, program, atau sumber daya.
Hal yang paling menentukan justru sesuatu yang sering tak tertulis dalam dokumen negara, tetapi selalu menjadi penentu arah sejarah: saling percaya.
Kepercayaan antarelemen bangsa—antara pemerintah dan rakyat, antara pusat dan daerah, antara kelompok politik yang berbeda—adalah modal paling mahal untuk memastikan sebuah negara tidak hanya bergerak, tetapi bergerak ke arah yang benar.
Sejarah banyak bangsa menunjukkan satu pelajaran sederhana: kebijakan yang tepat bisa runtuh bila dijalankan dalam iklim saling curiga.
Sebaliknya, kebijakan yang berat, tidak populer, bahkan menyakitkan dalam jangka pendek, justru bisa bertahan bila dijalankan dalam suasana saling percaya. Di titik inilah Indonesia hari ini sedang diuji.
Arah besar pemerintahan saat ini relatif terang. Negara ingin kembali hadir kuat dalam urusan-urusan strategis: pangan, energi, industri, pertahanan, dan stabilitas ekonomi.
Ini bukan langkah reaktif, melainkan kesadaran bahwa dunia sedang bergerak ke fase yang tidak ramah bagi negara yang rapuh secara internal.






















































