jatim.jpnn.com, SURABAYA - Ratusan pedagang dan jagal Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian kembali lakukan aksi demonstrasi tolak relokasi ke Tambak Oso Wilangun (TOW), Selasa (13/1).
Pantauan JPNN.com, massa aksi tiba di Balai Kota sekitar pukul 10.05 WIB. Mereka langsung melakukan orasi dari luar gerbang yang telah terpasang kawat berduri.
Apabila aksi kemarin, Senin (12/1) mereka membawa sapi, tetapi tidak dengan hari ini.
Salah satu pedagang daging sapi di Pasar Arimbi Hanifah (44) mengatakan tolak relokasi RPH Pegirian ke TOW. Meski yang dipindah hanya jagal, baginya pedagang melekat dengan jagal dan otomatis akan mengikuti.
"Saya pribadi kalau jagal dipindah otomatis jualanya dipindah. Saya jualan, bukan jagal. Dulu Pak Eri (Wali Kota Surabaya bilang) jagal enggak dipindah (dari RPH Pegirian)," kata Hanifah.
Hanifah yang sudah berjualan di Pegirian selama 25 tahun ini hanya ingin ditemui Wali Kota Eri. Mereka ingin berdiskusi dan menyampaikan alasan penolakan dengan harapan diindahkan tuntutannya.
"Belum disetujui mau dipindah. Soalnya jauh sekali, surat edaran turun ke jagal, Idulfitri ini dipindah. Maunya diskusi, ditemui Pak Wali Kota karena datangnya surat nggak ada sosialisasi," jelasnya.
Sama halnya dengan Ana Lisa (53) pedagang daging sapi di Pasar Arimbi menolak RPH Pegirian dipindah ke TOW karena terlalu jauh, sedangkan iming-iming fasilitas pengangkut daging juga tak menjamin tetap dilakukan setelah kepemimpinan Eri selesai.



















































