jpnn.com, JAKARTA - Bank Raya (AGRO), bank digital bagian dari BRI Group, terus mendorong komitmen untuk percepatan adopsi inklusi keuangan ke berbagai lini masyarakat.
Terutama di awal tahun yang menjadi momentum psikologis bagi masyarakat untuk memperbaiki kondisi finansial.
Salah satunya dengan mengenalkan dan membangun kebiasaan menabung di lingkungan keluarga sejak dini.
Oleh kerena itu, Bank Raya mendorong adopsi fitur Uang Saku di masyarakat sebagai solusi pengelolaan keuangan anggota keluarga secara praktis dan mudah melalui berbagai sosialisasi di sosial media dan edukasi ke berbagai komunitas dan nasabah melalui Community Branch.
Direktur Bisnis Bank Raya Kicky Andrie Davetra mengatakan pihaknya menegaskan pentingnya membangun pemahaman dasar tentang pengelolaan uang sejak dini sebagai fondasi menuju kemandirian finansial.
"Hadirnya fitur Uang Saku menjadi bentuk komitmen kami dalam menyediakan layanan keuangan yang tidak hanya fungsional, tetapi juga edukatif dan sesuai dengan gaya hidup digital nasabah saat ini. Kami berharap fitur ini dapat mendorong kesadaran finansial bagi orang tua untuk memahami pola transaksi anak, serta membangun kebiasaan pengelolaan keuangan yang lebih terencana,” ungkap Kicky.
Fitur “Uang Saku” itu dapat digunakan oleh anak dengan pengawasan orang tua melalui Aplikasi Raya, sehingga orang tua dapat memantau, menganalisis, dan mengevaluasi kebiasaan finansial anak dalam satu aplikasi.
Dengan Fitur Uang Saku, orang tua dapat membuat tabungan atau alokasi saku khusus bagi anak atau anggota keluarga yang terdaftar di Kartu Keluarga dan memiliki Kartu Identitas Anak yang berusia 10 hingga 16 tahun.






















































