jatim.jpnn.com, SURABAYA - Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan memberikan peringatan keras kepada seluruh calon Petugas Haji Daerah (PHD) 2026 agar menjaga integritas dan profesionalitas selama bertugas di Tanah Suci.
Gus Irfan mengatakan setiap bentuk pelanggaran maupun penyelewengan dalam pelaksanaan tugas akan ditindak tegas, bahkan bisa berujung pada pemulangan sebelum masa tugas berakhir.
“Tentu petugas harus bertanggung jawab dengan apa yang dia lakukan. Petugas harus melaksanakan tugas yang sudah dirincikan oleh tim kami sehingga kalau ada pelanggaran-pelanggaran atau penyelewengan itu harus ada pertanggungjawaban,” kata Gus Irfan saat membuka Seleksi Petugas Haji Daerah 2026 di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Kamis (22/1).
Dia menambahkan sanksi yang diberikan tidak main-main dan akan disesuaikan dengan tingkat pelanggaran yang dilakukan.
“Pertanggungjawaban sudah macam-macam nanti. Kalau perlu nanti dipulangkan pada pada saat kegiatan belum selesai juga bisa,” ucapnya.
Seleksi Petugas Haji Daerah 2026 digelar secara serentak di seluruh Indonesia, termasuk di Jawa Timur. Melalui proses ini, pemerintah berharap bisa menjaring petugas yang benar-benar layak dan siap melayani jemaah.
“Serentak di seluruh Indonesia. Kita berharap dengan tes ini kita akan bisa mendapatkan petugas haji daerah yang benar-benar layak dan siap untuk menjadi pelayan bagi para jemaah kita,” ujarnya.
Tahun ini, pemerintah membuka kuota bagi ribuan peserta. Namun, hanya sebagian yang akan dipilih untuk mengisi pos sebagai petugas layanan umum maupun tenaga kesehatan.



















































