jatim.jpnn.com, SIDOARJO - Korban meninggal dunia akibat bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran Sidoarjo ambruk pada Senin (29/9) berjumlah tiga orang.
Satu orang dilaporkan meninggal pada hari kejadian bernama Maulana Alfan Ibrahimafic warga Kalianyar Kulon Gang 9 Nomor 5 Kelurahan/Kecamatan Pabean Cantikan.
Sementara itu, dua santri dilaporkan meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan kurang lebih 15 jam. Mereka meninggal dunia setelah dirawat di RSUD Notopuro Sidoarjo.
Dokter Atok Irawan Dirut RSUD R T Notopuro Sidoarjo mengungkapkan dua korban itu ialah Muhammad Mashudulhaq (14) warga Kali Kendal Dukuh Pakis Surabaya dan Muhammad Soleh (22) warga Tanjung Pandan Bangka Belitung.
Mashudulhaq dan Soleh berhasil dievakuasi dan tiba di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo berturut-turut pukul 05.20 WIB dan 06.00 WIB. Lalu keduanya berurutan meninggal pukul 07.00 WIB dan 09.30 WIB.
Kondisi keduanya, tertimpa reruntuhan di bagian badan depan. Bahkan Soleh, patah tulang panggul hingga ke bawah.
"Yang meninggal Kalaupun tertolong itu nanti ya harus diamputasi karena tidak mungkin sudah biru semua tertindih oleh bangunan yang roboh itu," kata Atok.
Jenazah Mashudulhaq sudah diantarkan ke rumah duka, sementara jenazah Soleh rencananya akan dimakamkan di Bangka Belitung dengan pengiriman kargo pesawat hari ini.


















































