jatim.jpnn.com, PAMEKASAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan mengungsikan 10 kepala keluarga (KK) yang terdampak bencana tanah longsor di Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan Akhmad Dofir Rosidi mengatakan para korban tidak lagi menempati rumah mereka yang mengalami kerusakan.
"Saat ini, 10 kepala keluarga tersebut tidak lagi tinggal di rumah yang rusak akibat bencana tanah longsor itu, akan tetapi ke rumah famili mereka," kata Rosidi, Minggu (18/1) malam.
Bencana tanah longsor itu terjadi pada Sabtu (17/1), menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Pasean.
Awalnya, BPBD mencatat 12 rumah warga mengalami kerusakan, yang tersebar di Dusun Paseset Timur, Dusun Sorren, dan Dusun Laok Gunung.
Kerusakan meliputi dinding dan lantai rumah yang terbelah, serta fondasi bangunan yang ambles akibat pergerakan tanah yang dipicu curah hujan tinggi.
"Per hari ini ada tambahan satu rumah lagi yang terdampak dan mengalami kerusakan akibat bencana tanah longsor tersebut dan ke 13 rumah ini milik 10 kepala keluarga," ujarnya.
Rosidi menyebutkan, longsor terparah terjadi di Dusun Paseset Timur. Hingga Minggu malam, tim gabungan dari BPBD, TNI, dan Polri masih melakukan pemantauan di lokasi untuk mengantisipasi longsor susulan.



















































