jatim.jpnn.com, SURABAYA - Organisasi Madura Sedarah Asli (Madas) menyebut konten inpeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Wakil Wali Kota Surabaya Armuji sarat politik dan popularitas.
Pasalnya, menurut Madas beberapa sidak yang dilakukan Armuji tidak mencari solusi atas suatu masalah, justru mempekeruh keadaan.
Ketua Umum DPP Madas Muhammad Taufik mempertanyakan mekanisme seorang wakil kepala daerah melakukan sidak. Menurutnya, peran wakil wali kota bersifat pasif sehingga ketika hendak melakukan kegiatan harus persetujuan wali kota.
“Wakil itu sifatnya pasif. Kalau dibaca dalam hukum tata negara dan hukum administrasi negara, setiap tindak tanduknya harus ada laporan kepada wali kota,” kata Taufik, Senin (5/1).
Berangkat dari situ, Taufik menduga sidak yang dilakukan Armuji sarat dengan muatan politik. Ia menilai, langkah tersebut berpotensi menjadi upaya untuk meningkatkan popularitas pribadi.
“Kami menilai jangan-jangan ini gerakan politik untuk menaikkan popularitas. Apakah jangan-jangan ada nafsu politik? Ingin ke Surabaya 1,” ujarnya.
Maka dari itu, dia meminta agar DPRD melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Armuji.
Ini yang seharusnya dilakukan evaluasi oleh oleh DPRD Kota Surabaya sebagai lembaga legislasi,” katanya.



















































