jpnn.com, JAKARTA - Dominasi merek Jepang dan Korea di pasar otomotif Indonesia terus mendapat tantangan serius dari Tiongkok.
Diolah dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sepanjang 2025 distribusi mobil merek Tiongkok ke diler (wholesale) menembus 113.258 unit.
Angka itu melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, atau tumbuh sekitar 105 persen.
Capaian tersebut menjadi sinyal kuat menguatnya penerimaan publik terhadap merek-merek asal Negeri Tirai Bambu.
Di tengah perlambatan industri otomotif nasional—yang mencatat wholesale 803.687 unit atau turun 7 persen—merek China justru melaju kencang.
BYD tampil sebagai kontributor terbesar dengan penjualan 46.711 unit, diikuti Wuling sebanyak 19.391 unit dan Chery 18.651 unit.
Padahal, sebagian besar merek tersebut baru mengaspal di Indonesia dalam dua hingga tiga tahun terakhir.
Pengamat otomotif sekaligus akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menilai kekuatan utama mobil-mobil Tiongkok terletak pada kombinasi teknologi dan harga.






















































