jatim.jpnn.com, MAGETAN - Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lawu Selatan mencatat tidak ada lonjakan pendaki di Gunung Lawu selama momen pergantian Tahun Baru 2025 ke 2026. Aktivitas cenderung normal.
Asisten Perhutani (Asper) Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lawu Selatan Mulyadi mengatakan jumlah pendaki tercatat hanya sekitar 200 orang per Rabu (31/12).
“Normal sebagaimana sepuluh hari terakhir,” ujar Mulyadi, Senin (5/1).
Jumlah tersebut justru turun dibandingkan rata-rata jumlah pendaki harian yang mencapai 300 orang. Kondisi tersebut dikarenakan perayaan tahun baru bersamaan dengan kondisi hujan.
“Prediksi cuaca tidak menentu maka pada malam tahun baru lebih memilih di dalam kota atau di sekitar rumah,” katanya.
Walakin, pihaknya tetap melakukan sejumlah antisipasi seperti melakukan sweeping dan pemeriksaan bersama TNI-Polri serta sukarelawan Pecinta Gunung Lawu (PGL).
Pemeriksaan dilakukan terhadap setiap pendaki yang akan melakukan camping guna memastikan tidak membawa kembang api maupun barang terlarang lainnya.
Langkah tersebut juga merujuk pada surat edaran Bupati Magetan yang mengimbau masyarakat tidak merayakan malam Tahun Baru 2025 ke 2026 dengan menyalakan kembang api.


















































