bali.jpnn.com, DENPASAR - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Bali mencatat realisasi pendapatan asli daerah (PAD) sepanjang 2025 mencapai Rp2,8 triliun.
Angka tersebut melampaui target Pemprov Bali sebesar Rp 2,7 triliun atau kurang lebih naik 108 – 109 persen.
Jika dinominalkan, angka kenaikannya mencapai Rp 96,1 miliar.
“Pencapaian ini sudah sangat luar biasa,” ujar Kepala Bapenda Bali I Dewa Tagel Wirasa dilansir dari Antara.
Bapenda Bali mencatat PAD tersebut berasal dari berbagai komponen, mulai dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, hingga sumber-sumber sah lainnya.
Namun, struktur PAD Bali masih didominasi oleh sektor pajak daerah, khususnya Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).
Kenaikan PAD tersebut sangat berarti meski kebijakan opsen pajak diberlakukan sejak 2025, membuat sekitar 66 persen pendapatan pajak langsung dialokasikan ke pemerintah kabupaten/kota.
“Kami masih sangat mengandalkan sektor pajak, terutama Pajak Kendaraan Bermotor, untuk PKB realisasinya mencapai 106,69 persen.



















































