jabar.jpnn.com, KABUPATEN BEKASI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran virus super flu atau influenza A subclade K.
Imbauan tersebut disampaikan melalui penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta penggunaan masker saat beraktivitas, terutama di luar rumah dan di tempat keramaian.
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ditemukan kasus super flu di wilayah Kabupaten Bekasi.
Meski demikian, kewaspadaan perlu ditingkatkan mengingat virus tersebut telah terdeteksi di sejumlah daerah di Jawa Barat.
“Saya sudah mendapat laporan dari Dinas Kesehatan. Untuk Kabupaten Bekasi sampai saat ini masih nol kasus, namun tetap perlu diwaspadai karena virus ini sudah masuk Jawa Barat,” ujar Asep.
Asep menjelaskan, peningkatan kewaspadaan menjadi penting terutama setelah libur panjang akhir tahun, yang diikuti dengan meningkatnya mobilitas masyarakat dan kedatangan pendatang dari luar daerah yang bekerja maupun menetap di Kabupaten Bekasi.
Super flu merupakan varian baru virus influenza yang memiliki gejala mirip flu pada umumnya, tetapi dengan tingkat keparahan yang lebih tinggi.
Gejala yang umum dirasakan antara lain demam tinggi mencapai 39 hingga 41 derajat Celsius, batuk, sakit tenggorokan, nyeri otot, serta sakit kepala berat.



















































