jatim.jpnn.com, MAGETAN - Pemerintah Kabupaten Magetan bersama Polres Magetan dan sejumlah instansi terkait mengambil langkah cepat menyusul peristiwa tanah longsor di kawasan Telaga Sarangan yang menyebabkan beberapa sepeda motor wisatawan terjatuh ke perairan, Sabtu (17/1).
Sebagai langkah awal penanganan, akses jalan di sisi selatan Telaga Sarangan ditutup sementara dari dua arah guna mengantisipasi potensi bahaya lanjutan.
Penutupan dilakukan setelah dilakukan koordinasi lintas instansi, termasuk dengan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo.
Sekretaris Daerah Magetan Welly Kristanto menjelaskan langkah tersebut diambil untuk memastikan keselamatan pengunjung sekaligus mendukung proses penanganan di lokasi kejadian.
“Ruas jalan yang terdampak longsor kami sterilkan dari arah timur dan barat. Ini langkah darurat agar tidak ada risiko susulan,” ujarnya.
Selain penutupan akses, pemerintah daerah juga melakukan pengaturan debit air Telaga Sarangan dengan mengurangi aliran sekitar 300 liter per detik.
Kebijakan ini dilakukan untuk mempermudah proses evakuasi kendaraan yang masih berada di lokasi longsor.
Welly mengungkapkan area longsor memiliki bentang cukup panjang dengan kondisi medan yang rawan. Berdasarkan pendataan sementara, longsoran tanah mencapai sekitar 70 meter dengan lebar dua meter dan tinggi tebing sekitar tujuh meter.



















































