jpnn.com, JAKARTA - Kepolisian Hong Kong mengaku terkesan dan takjub terhadap kemajuan penegakan hukum lalu lintas berbasis teknologi di Indonesia, khususnya penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang dijalankan Korlantas Polri.
Kekaguman tersebut terungkap dalam kunjungan kerja Delegasi Hong Kong Police Force (HKPF) ke Korlantas Polri sebagai bagian dari kerja sama dan benchmarking sistem manajemen lalu lintas.
Delegasi HKPF yang dipimpin Superintendent Company Commander, Police Tactical Unit, CHEUNG Ka-po, disambut langsung oleh Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. di Jakarta, Rabu (21/1).
“Hari ini kami merasa senang dan bangga karena Kepolisian Hong Kong hadir langsung untuk berdiskusi dan melakukan benchmarking terkait pengelolaan lalu lintas dan penegakan hukum di Indonesia,” ujar Agus.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan HKPF diperkenalkan dengan berbagai program strategis Korlantas Polri, termasuk NTMC Polri sebagai pusat K3i (Kendali, Koordinasi, Komunikasi, dan Informasi) yang berperan penting dalam pengelolaan lalu lintas nasional secara real time.
Delegasi juga mendapatkan pemaparan mengenai penerapan ETLE sebagai bentuk transformasi penegakan hukum lalu lintas berbasis digital, serta pengenalan Traffic Accident Analysis (TAA) yang digunakan untuk menganalisis penyebab kecelakaan lalu lintas secara ilmiah dan komprehensif.
Tak hanya itu, Korlantas Polri turut memperagakan penggunaan ETLE drone yang berfungsi memantau kepatuhan pengguna jalan dari udara sekaligus mengawasi dinamika arus lalu lintas secara efektif dan presisi.
CHEUNG Ka-po menyampaikan apresiasi tinggi atas kecanggihan teknologi yang dimiliki Korlantas Polri, khususnya yang dioperasikan melalui NTMC. Dia juga mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat serta presentasi komprehensif yang diberikan jajaran Korlantas Polri.






















































