Pramono Targetkan Sampah Jakarta Terkelola 100 Persen pada 2028

3 hours ago 18
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat dijumpai di RDF Rorotan, Jakarta Utara, Senin (10/8/2026). Foto: ANTARA

KabarJakarta.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menargetkan seluruh sampah di Ibu Kota dapat terkelola 100 persen pada 2028. Target tersebut diharapkan tercapai melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) serta penguatan gerakan pemilahan sampah di tingkat masyarakat.

Pramono mengungkapkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini terus berkoordinasi dengan Danantara dan Kementerian Lingkungan Hidup untuk mempercepat penyelesaian pembangunan PLTSa. Kehadiran fasilitas tersebut dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mengatasi persoalan sampah Jakarta.

“Kami berharap pada 2028 sampah Jakarta betul-betul terkelola 100 persen. Karena kami sekarang ini bersama-sama dengan Danantara, tentunya dengan Kementerian LH, segera menyelesaikan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah,” kata Pramono saat ditemui di Rorotan, Jakarta Utara.

Menurut Pramono, nantinya Jakarta akan memiliki 3 (tiga) fasilitas PLTSa yang berlokasi di Bantargebang, Tanjung Priok, dan Sunter. Ketiga fasilitas tersebut diharapkan mampu mengolah sampah dalam jumlah besar sehingga dapat membantu mengurangi beban pengelolaan sampah yang selama ini dihadapi Jakarta.

Setiap PLTSa direncanakan mampu mengolah sekitar 1.500 hingga 2.000 ton sampah. Dengan kapasitas tersebut, Pramono optimistis persoalan neraca sampah Jakarta dapat diselesaikan pada 2028 apabila pembangunan dan pengoperasiannya berjalan sesuai rencana.

Namun, penyelesaian persoalan sampah tidak hanya mengandalkan teknologi pengolahan sampah. Pemerintah juga mendorong masyarakat untuk mengurangi dan memilah sampah sejak dari sumbernya.

Pramono menyebut gerakan pilah sampah kini semakin berkembang di lingkungan masyarakat, terutama melalui kegiatan di tingkat RT dan RW. Pemerintah DKI Jakarta juga secara rutin memantau perkembangan program tersebut.

“Setiap minggu saya mencanangkan, harus ada laporan perkembangan tentang persampahan, penanganan pilah sampah yang ada di Jakarta. Dan karena sudah menjadi gerakan, saya yakin di mana-mana sekarang sudah bergemuruh untuk itu,” ujarnya.

Gerakan pemilahan sampah juga mendorong bertambahnya fasilitas Bank Sampah di berbagai wilayah Jakarta. Pemerintah berharap keberadaan fasilitas tersebut dapat membuat masyarakat semakin terbiasa memilah sampah berdasarkan jenisnya sebelum dibuang atau diolah lebih lanjut.

Pramono menilai keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih baik. Menurut dia, semakin banyak warga yang melakukan pemilahan dari rumah, semakin ringan pula beban pengolahan sampah yang harus ditangani pemerintah.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat atas dukungan terhadap upaya pengelolaan sampah di Jakarta. Dukungan tersebut dinilai membantu memperkuat berbagai program persampahan, termasuk gerakan memilah sampah.

“Yang dulu tak terbayangkan, bagaimana menangani 9.000 ton sampah di Jakarta setiap hari. Alhamdulillah, sekarang ini bisa tertangani menjadi lebih baik,” ungkap Pramono.

Dengan kombinasi pembangunan PLTSa dan gerakan pilah sampah dari masyarakat, Pemprov DKI Jakarta berharap persoalan sampah dapat ditangani secara lebih menyeluruh. Target pengelolaan 100 persen pada 2028 menjadi salah satu upaya untuk menciptakan Jakarta yang lebih bersih dan memiliki sistem persampahan yang berkelanjutan.

Read Entire Article
| | | |