jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Ambisi PSS Sleman untuk mengudeta puncak klasemen Grup Timur Pegadaian Championship 2025/2026 harus tertunda. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Maguwoharjo, Minggu sore (18/1), Laskar Sembada dipaksa berbagi poin setelah ditahan imbang Persela Lamongan dengan skor 1-1.
Meski gagal mengamankan poin penuh, aura optimisme tetap menyelimuti skuat asuhan Ansyari Lubis untuk merebut tiket promosi ke Liga 1 (Super League) musim depan.
PSS Sleman sebenarnya tampil dominan sejak peluit awal dibunyikan. Penyerang andalan mereka, Gustavo Tocantins, sempat membawa publik Sleman bersorak lewat golnya pada menit ke-37.
Skor 1-0 bertahan hingga mendekati akhir laga, yang seolah memberi sinyal PSS akan naik ke puncak klasemen.
Namun, kemenangan yang sudah di depan mata sirna pada menit ke-84. Penyerang Persela Titan Agung berhasil memanfaatkan celah di lini pertahanan tuan rumah untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
"Kami dihukum oleh ketidakkonsentrasian pemain di akhir pertandingan. Ini akan menjadi PR besar kami ke depan," ujar pelatih kepala PSS Ansyari Lubis dalam sesi jumpa pers seusai laga.
Hasil ini membuat PSS Sleman masih tertahan di peringkat dua, terpaut dua poin di bawah PS Barito Putera.
Untuk bisa lolos ke kasta tertinggi, Laskar Sembada harus menghadapi dua laga "final" di sisa putaran kedua melawan Persipura Jayapura dan PS Barito Putera.



















































