jabar.jpnn.com, DEPOK - Puluhan massa mendatangi Polres Metro Depok pada Senin (5/1) untuk menuntut keadilan atas meninggalnya seorang pria berinisial WAT (24 tahun) yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh oknum anggota TNI Angkatan Laut (AL) di wilayah Sukatani, Kecamatan Tapos, Kota Depok.
Massa aksi membawa poster serta menyampaikan orasi secara bergantian.
Mereka mendesak pihak kepolisian agar mengusut kasus tersebut secara tuntas, transparan, dan profesional.
Salah satu perwakilan massa, Syahrudin Latuconsina, menyampaikan bahwa kedatangan mereka merupakan bentuk solidaritas sekaligus tuntutan keadilan bagi keluarga korban.
“Jadi, kedatangan kami di sini untuk menuntut keadilan. Kami mewakili keluarga dari masyarakat Maluku terkait persoalan penganiayaan yang dilakukan oleh salah satu oknum TNI dan beberapa pihak lainnya. Kami mohon keadilan ditegakkan,” ujar Syahrudin di hadapan massa.
Syahrudin menilai aparat penegak hukum lamban dalam menangani perkara tersebut.
Menurutnya, peristiwa penganiayaan terjadi pada Jumat (2/1) dini hari, tetapi hingga Senin (5/1) belum terlihat langkah penanganan yang tegas dari pihak kepolisian.
“Kejadiannya hari Jumat dini hari, sekarang sudah hari Senin. Mengapa aparat penegak hukum terkesan diam?” katanya.


















































