bali.jpnn.com, JEMBRANA - Banjir bandang yang melanda pemukiman di Banjar Pasar, Desa Pekutatan, Jembrana, Kamis (15/1) menjadi perhatian aparat kepolisian setempat.
Aparat Polres Jembrana turun tangan melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap korban banjir bandang, Minggu (18/1).
Dalam pemeriksaan kesehatan gratis yang dipusatkan di Posko Bencana Banjir, dari 41 warga terdampak, lima orang mengalami hipertensi, tujuh orang dispepsia dan satu orang asam urat.
Lima orang lainnya mengalami myalgia, sembilan orang mengalami infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), tiga orang rheumatoid arthritis dan sebelas orang mendapatkan vitamin.
"Kami melakukan pemeriksaan kesehatan dasar yang meliputi uji laboratorium sederhana untuk mengecek gula darah, asam urat, dan kolesterol.
Pemberian terapi sesuai indikasi medis, serta konsultasi kesehatan kepada warga terdampak banjir," kata PS Kepala Seksi Kedokteran Dan Kesehatan (Dokkes) Polres Jembrana Aiptu Gusti Ngurah Adi Sadnyana Putra dilansir dari Antara.
Menurut Aiptu Gusti Ngurah Adi, bencana banjir berpotensi memicu berbagai penyakit, sehingga pelayanan kesehatan menjadi salah satu kebutuhan utama korban banjir.
Dengan pemeriksaan awal, warga yang sakit bisa segera diketahui dan mendapatkan pengobatan sebagaimana mestinya.



















































