jatim.jpnn.com, SURABAYA - Sejumlah ruas jalan di Surabaya terpantau banjir saat hujan deras melanda sejak Minggu (4/1) sore. Ketinggian banjir hingga selutut orang dewasa.
Salah satu ruas jalan yang mengalami banjir parah di antaranya Jalan Simo Kalangan, Simo Hilir dekat bosen, Simo Gunung dan Simorejosari.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengakui saluran air di Jalan Simo Kalangan dan Simo Hilir belum pernah dilakukan perbaikan oleh pemerintah kota. Rencananya, masuk anggaran 2026.
“Kalau Simo Kalangan dan Simo Hilir, itu sudah bertahun-tahun memang. Belum kami sentuh sama sekali. Jadi, kami hanya menggunakan mobil PMK. Kalau yang di Simo Kalangan baru kami sentuh di tahun 2026 bergantian,” kata Eri, Senin (5/1).
Eri menjelaskan rencana perbaikan saluran air akan menghilangkan putaran aliran-aliran airnya dari atas.
“Simo Kalangan itu kan menerima dari atas, dari Simo Hilir dan lain-lain masuk ke Simo Kalangan, sebelahnya Simo Kalangan antara pintu keluar tol Banyu Urip sampai pasar itu ada pintu air yang menuju ke Petemon. Kalau Simo Kalangannya ini dibuka enggak banjir, tapi Petemon ini kelem (tenggelam),” jelasnya.
“Nah, makanya ini sudah lama maka kami selesaikan dulu kemarin Petemon. Kami beri pintu air, sudah. Tahun ini kami selesaikan yang posisi yang ada di Simo Kalangan,” imbuh dia.
Sebelumnya, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya Hidayat Syah mengatakan tahun 2026 di kawasan tersebut dikerjakan diversi Gunung Sari-Babat Jerawat belum tersambung. Proyek tersebut menjadi salah satu solusi mengatasi banjir.














.jpeg)




































