jatim.jpnn.com, MAGETAN - Panik dan takut diketahui istri, seorang pria berinisial AS (26), warga Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, nekat mengaku sebagai korban pencurian kendaraan bermotor (curanmor), padahal sepeda motor dan uang miliknya justru habis dijual dan digunakan untuk trading.
AS mendatangi Mapolsek Maospati untuk melaporkan kehilangan sepeda motor Honda Beat bernomor polisi AE 4007 RK beserta uang gaji miliknya. Peristiwa tersebut diklaim terjadi pada 10 Desember 2025.
Kapolsek Maospati AKP Vista Dwi Pujiningsih mengatakan laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan penyelidikan oleh petugas.
“Setelah menerima laporan dugaan curanmor, anggota segera melakukan penyelidikan mendalam,” ujar Vista, Selasa (13/1).
Dalam laporannya, AS mengaku memarkir sepeda motornya di pinggir jalan depan toilet umum di Pertigaan Totok, dekat Puskesmas Maospati dengan kondisi kunci masih menancap.
Dia mengeklaim kehilangan tas berisi uang tunai Rp6 juta dan sejumlah dokumen penting yang disimpan di dalam jok motor. Total kerugian yang dilaporkan mencapai Rp22 juta.
Namun, hasil penyelidikan polisi menemukan sejumlah kejanggalan. Salah satunya saat petugas memeriksa rekaman CCTV minimarket yang disebut sebagai lokasi pengambilan uang tunai.
“Dari hasil pengecekan CCTV, tidak ditemukan adanya transaksi penarikan tunai seperti yang disampaikan pelapor,” jelas AKP Vista.



















































