jpnn.com, BEKASI - Sejumlah keluarga korban kecelakaan maut yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo di perlintasan Bekasi Timur mulai mendatangi RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (28/4).
Kedatangan kerabat korban untuk memberikan data-data penting ke Pos DVI (Disaster Victim Identification) Ante Mortem guna mempercepat proses identifikasi para korban.
Hingga Selasa siang, jumlah korban meninggal dunia yang dievakuasi ke ruang Instalasi Kedokteran Forensik RS Polri dilaporkan bertambah.
Sebanyak sepuluh kantong jenazah kini telah berada di kamar mayat untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.
Salah satu kerabat korban, Wasirin, mengaku mendatangi RS Polri untuk mencarikepastian mengenai nasib keponakannya, Vica Acnia Pratiwi.
Dia menyebut pihak keluarga kehilangan kontak dengan Vica sejak kecelakaan tragis itu terjadi.
"Keluarga mencoba menghubungi sejak ada kejadian, tetapi tidak ada respons. Tadi pagi saya diminta keluarga di Bekasi untuk mengecek ke RS Polri karena di rumah sakit wilayah Bekasi tidak ditemukan," ujar Wasirin di lokasi, Selasa (28/4).
Wasirin menjelaskan bahwa keponakannya tersebut diduga menjadi salah satu korban saat tengah dalam perjalanan pulang bekerja.















.jpeg)





































