jatim.jpnn.com, SURABAYA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda menjelaskan penyebab angin kencang yang melanda wilayah Jawa Timur dalam beberapa waktu terakhir. Fenomena ini dirasakan cukup signifikan oleh masyarakat, khususnya di Surabaya, sejak sepekan terakhir.
Prakirawan BMKG Juanda Restina Wardhani mengatakan, angin kencang tersebut dipicu oleh adanya pusat tekanan rendah di perairan selatan Jawa Timur.
“Peningkatan kecepatan angin atau angin kencang ini dikarenakan adanya pusat tekanan rendah di perairan bagian selatan Jawa Timur,” ujar Restina, Rabu (14/1).
Dia menjelaskan kondisi tersebut menyebabkan aliran angin bertiup lebih kuat dan berdampak ke wilayah daratan Jawa Timur, termasuk kawasan perkotaan.
BMKG memprakirakan angin kencang masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan, yakni hingga 18 Januari 2026.
“Kejadian ini diprediksi berlangsung sampai 18 Januari 2026. Kecepatan angin diperkirakan berada pada kisaran 12 hingga 18 knot atau sekitar 24 sampai 33 kilometer per jam,” jelasnya.
Restina menambahkan, angin kencang berpotensi menimbulkan dampak seperti tumbangnya pohon-pohon tua, kerusakan ringan bangunan, serta gangguan keselamatan bagi pengguna jalan.
Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan dan ketika berkendara.



















































