jpnn.com - JAKARTA - Di tengah meningkatnya mobilitas studi dan kerja lintas negara, kemampuan bahasa Inggris menjadi lebih dari sekadar nilai tambah. Kemampuan berbahasa Inggris kini telah menjadi salah satu gerbang meniti masa depan yang lebih baik.
Untuk mempelajari dan menguasai bahasa Inggris selain dibutuhkan ketekunan, juga diperlukan pengajar berkualitas. Hal itu dikarenakan, para pengajar tersebut harus mampu mengajarkan dengan metode teruji, praktik kelas yang kuat, dan standar internasional diakui.
CEO USG Education Cambridge, Adhirama G. Tusin, mengatakan Certificate in Teaching English to Speakers of Other Languages (CELTA) bukan hanya sekadar sertifikasi teori, tetapi sebuah kualifikasi yang menilai kompetensi pengajar secara jelas dan terstruktur. CELTA menilai keterampilan mengajar pengajar di kelas nyata dengan standar yang diakui oleh Cambridge.
“CELTA bukan hanya sertifikasi, tetapi kunci untuk membangun standar pengajaran dan daya saing internasional,” ujarnya, Rabu (11/2).
Dia mengatakan, salah satu keunggulan CELTA terletak pada struktur pelatihannya yang berbasis praktik. Dengan minimal 120 jam pembelajaran, program ini mengkombinasikan teori dan praktik di kelas.
"Peserta tidak hanya belajar bagaimana cara mengajar, tetapi juga dilatih untuk membangun standar pengajaran yang terukur," katanya.
Mereka akan mempelajari berbagai keterampilan penting, seperti merancang pembelajaran yang efektif, mengelola kelas, menyampaikan materi secara jelas, dan melakukan refleksi serta perbaikan berkelanjutan berdasarkan umpan balik rutin dari tutor.
"Semua ini dilakukan dengan pengalaman mengajar langsung dan tugas tertulis," ujarnya.






















































