Dari Bantar Gebang untuk Lingkungan, Pemulung Didorong Jadi Pilar Ekonomi Sirkular

5 hours ago 14

Dari Bantar Gebang untuk Lingkungan, Pemulung Didorong Jadi Pilar Ekonomi Sirkular

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Temu Sapa & Apresiasi Resource Collectors 2026 yang digelar di Kantor Badan Pimpinan Pusat IPI, Bantar Gebang, Bekasi yang dikuti 100 pengumpul material daur ulang atau resource collectors. Foto dok. SuRCI & IPI

jpnn.com - YAYASAN Sustainability for Resource Collectors Initiative atau SuRCI bersama Ikatan Pemulung Indonesia (IPI) memperkuat perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi bagi para pemulung yang menjadi penggerak utama ekonomi sirkular di Indonesia.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Temu Sapa & Apresiasi Resource Collectors 2026 yang digelar di Kantor Badan Pimpinan Pusat IPI, Bantar Gebang, Bekasi. Diikuti 100 pengumpul material daur ulang atau resource collectors.

Selain menjadi ruang silaturahmi, acara tersebut menjadi momentum untuk memberikan penghargaan atas kontribusi pemulung dalam menjaga lingkungan dan mengurangi sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

“Temu Sapa ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga bentuk apresiasi atas kerja keras para resource collector yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Country Manager SuRCI Indonesia, Annisa Fauziah, Rabu (5/8).

SuRCI merupakan organisasi nirlaba yang berdiri di Kanada pada 2016. Hingga kini, organisasi tersebut telah memberdayakan lebih dari 11.514 resource collectors, bekerja sama dengan 660 komunitas, dan menjalankan 11 program sosial.

Program-program tersebut mencakup bidang kesehatan, pendidikan, ketahanan pangan, perlindungan sosial, hingga akses keuangan.

Para pemulung binaan SuRCI tercatat telah mengumpulkan lebih dari 29 juta kilogram sampah plastik untuk didaur ulang. Jumlah tersebut diperkirakan setara dengan sekitar 1,4 miliar botol plastik.

"Di balik kontribusinya terhadap lingkungan, sebagian besar pemulung di Indonesia masih bekerja di sektor informal dan menghadapi berbagai risiko sosial maupun ekonomi," ucapnya.

Dari Bantar Gebang untuk lingkungan, para pemulung didorong jadi pilar ekonomi yang bertujuan memaksimalkan penggunaan sumber daya dan menghilangkan limbah.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |