kaltim.jpnn.com, SAMARINDA - Pemprov Kaltim memacu akselerasi program cetak sawah rakyat seluas 20 ribu hektare.
Langkah strategis ini merupakan pilar utama dalam upaya mewujudkan swasembada pangan yang ditargetkan tercapai sepenuhnya pada 2026.
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji mengungkapkan dari total alokasi 20 ribu hektare yang disiapkan pemerintah pusat, saat ini realisasinya baru mencapai angka 6.600 hektare.
Seno menekankan perlunya percepatan mengingat tenggat waktu yang semakin mendesak.
"Jika 20 ribu hektare ini berhasil kami cetak dan mampu panen dua kali setahun, swasembada pangan Kaltim bukan mustahil. Kami bisa memproduksi sekitar 350 ribu hingga 400 ribu ton per tahun. Namun, jujur saja progres saat ini masih lambat, padahal target dari pusat sangat ketat," ujar Wagub Seno Aji saat menerima audiensi Kelompok Tani Kabupaten Kutai Kartanegara, dikutip Sabtu (24/1).
Dalam pertemuan tersebut, para petani mengeluhkan sejumlah kendala teknis, mulai dari penyusutan luasan lahan dari usulan awal hingga risiko gagal panen akibat fluktuasi debit air Sungai Mahakam.
Menanggapi persoalan itu, Wagub Seno Aji menegaskan sinergi antara organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kabupaten/kota, dan kelompok tani adalah kunci utama.
Dia pun mendorong adopsi teknologi pertanian modern sebagaimana yang telah sukses diterapkan di Bukit Biru.













.jpeg)





































