jpnn.com, JAKARTA - Penyandang disabilitas masih menjadi kalangan yang terpinggirkan di dunia kerja. Dunia kerja rupanya belum menerapkan prinsip-prinsip inklusif dan membuka akses seluas-luasnya pada kalangan disabilitas.
Di sisi lain, berbagai upaya peningkatan kapasitas untuk kelompok rentan ini juga terasa belum optimal. Alhasil, kondisi ini makin memperburuk nasib kalangan disabilitas.
Bukan hanya marjinal secara sosial karena keterbatasan mereka, melainkan juga tersisih dari perkembangan ekonomi. Padahal, penyandang disabilitas menyimpan potensi besar, terutama di sektor ekonomi.
Melalui pendekatan yang tepat dan upaya pemberdayaan secara berkelanjutan, kapasitas mereka dapat meningkat. Mereka bisa masuk ke dunia kerja, menjadi sosok profesional, bahkanll mampu mengembangkan peluang usaha dan menyediakan lapangan kerja bagi komunitasnya.
“Potensi penyandang disabilitas itu banyak sekali, tetapi sayang tidak digali. Tantangan terbesarnya mereka sebenarnya hanya terkait akses. Kemampuan mereka itu bisa setara dengan kita. Tinggal mereka diberi kesempatan yang sama atau tidak,” kata Grisna Anggadwita, pengajar di prodi manajemen, Fakultas Ekonomi Bisnis, Universitas Telkom, yang aktif melakukan penelitian dan pendampingan di kalangan minoritas termasuk penyandang disabilitas, Jumat (23/1).
Melihat kondisi dan potensi warga disabilitas dari serangkaian risetnya, Grisna tidak berpangku tangan.
Dia berupaya merancang platform pembelajaran khusus yang dapat memotivasi dan meningkatkan kemampuan penyandang disabilitas.
Tidak berhenti di situ, Grisna juga menggandeng kampus dan mengajak lembaga lain untuk memfasilitasi strategi pemberdayaan bagi kalangan rentan secara komprehensif.






















































