jateng.jpnn.com, BLORA - Kesabaran warga Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, tampaknya telah habis. Bertahun-tahun menanti perbaikan jalan yang tak kunjung datang, mereka akhirnya turun ke jalan.
Mereka menggelar aksi menanam pohon pisang di tengah jalan rusak yang menghubungkan Desa Cabak, Nglebur, Janjang, dan Bleboh, Rabu (2/4).
"Kondisi jalan ini sudah rusak parah sejak lama. Saat hujan, berlumpur seperti kubangan, sementara saat kemarau, debunya luar biasa," keluh Sahit, salah satu warga.
Tak hanya menghambat aktivitas harian, jalanan yang hancur ini juga berdampak pada sektor ekonomi. Sunardi, seorang petani dari Desa Janjang, mengeluhkan sulitnya mengangkut hasil panen.
"Mau ke pasar saja susah, ongkos angkut jadi mahal," ujarnya.
Warga mengaku geram karena janji perbaikan jalan yang tak terealisasi. Dalam aksi protesnya, mereka membentangkan spanduk sindiran.
"Kami masyarakat Nglebur – Janjang – Bleboh telah mendukung program Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia dengan cara jalan rusak yang menghambat akses ekonomi kami manfaatkan untuk budidaya kebun pisang. Janjimu tak semanis bicaramu. Ubur-ubur ikan lele, dana perbaikan jalan kemana, le," bunyi spanduk yang dibentangkan warga.
Wakil Ketua DPRD Blora Siswanto turut mendesak Pemkab Blora untuk segera bertindak. Apalagi, dana pinjaman daerah sebesar Rp 215 miliar telah disiapkan untuk pembangunan infrastruktur jalan pada 2025.