jpnn.com, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta Selatan mencatat sebanyak 59.725 orang masih berstatus sebagai pengangguran di wilayah ini sejak 2024.
Kepala BPS Kota Jakarta Selatan Akhmad Fikri mengatakan, adanya angka pengangguran ini solusi terbaiknya adalah perlu adanya peningkatan kemampuan (skill) hingga lapangan kerja.
"Jumlah pengangguran terbuka mencapai 59.725 orang," kata Kepala BPS Kota Jakarta Selatan Akhmad Fikri di Jakarta, JUmat (13/2).
Akhmad mengatakan penduduk yang bekerja tercatat sebanyak 1,09 juta orang, di mana data tersebut diperoleh dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2024.
Berdasarkan status pekerjaan utama, mayoritas penduduk bekerja sebagai buruh/karyawan/pegawai dengan jumlah 64.984 orang.
Kemudian, penduduk yang bekerja dengan status berusaha sendiri tercatat sebanyak 24.931 orang.
BPS Jakarta Selatan mencatat jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas pada 2024 mencapai 1,77 juta orang, dengan 1,14 juta orang di antaranya masuk dalam kategori angkatan kerja.
Kemudian, BPS Jakarta Selatan juga mencatat adanya kesenjangan partisipasi kerja berdasarkan jenis kelamin, di mana jumlah penduduk laki-laki yang bekerja masih lebih tinggi dibandingkan perempuan, terutama pada sektor formal.




















































