jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - PSIM Yogyakarta harus pulang dengan tangan hampa setelah dipaksa mengakui keunggulan tuan rumah Bhayangkara Presisi Lampung FC dalam lanjutan Super League di Stadion Sumpah Pemuda PKOR Way Halim, Jumat sore (17/4). Meski sempat unggul pada babak pertama, Laskar Mataram menyerah dengan skor tipis 1-2.
PSIM memulai laga dengan kepercayaan diri tinggi. Mengandalkan permainan bola pendek dari kaki ke kaki, skuad asuhan Jean-Paul van Gastel berhasil mengejutkan publik tuan rumah lewat gol cepat di menit ke-9. Savio Sheva mencatatkan namanya di papan skor setelah menuntaskan skema serangan yang tenang, membawa PSIM unggul 1-0.
Tersentak oleh gol tersebut, Bhayangkara Presisi mencoba bangkit melalui trisula maut mereka, Doumbia, Privat Mbarga, dan Moussa Sidibe.
Namun, ketenangan Zevalente dkk dalam menjaga ritme permainan membuat tuan rumah sempat kesulitan.
Bhayangkara beruntung memiliki kiper Aqil Savik yang tampil cemerlang menggagalkan sejumlah peluang emas PSIM untuk menggandakan keunggulan.
Memasuki paruh kedua, jalannya pertandingan berubah total. Pasukan Paul Munster tampil lebih agresif.
Hasilnya, pada menit ke-50, Nehar Sadiki berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah memanfaatkan umpan matang dari tendangan bebas Moussa Sidibe.
Gol penyeimbang tersebut menjadi pelecut semangat "The Guardian". Lima menit berselang, tepatnya pada menit ke-55, Moussa Sidibe membalikkan keadaan menjadi 2-1 setelah mengonversi umpan dari Moises.


















































