jpnn.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan lebih 50 warga meninggal dunia dan ratusan rumah mengalami kerusakan akibat gempa NTT dengan magnitudo 7,7.
Pendataan korban maupun kerusakan pasca gempa NTT hingga kini masih terus dilakukan petugas gabungan.
"Berdasarkan data sementara pada Minggu (15/8), pukul 16.00 WIB, total jumlah korban meninggal dunia mencapai 53 orang," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, Minggu.
Korban tersebut teridentifikasi di Kabupaten Manggarai 25 orang, Manggarai Timur 20 orang, Sikka 4 orang, Manggarai Barat 1 orang, Nagekeo 1 orang dan Ende 2 orang.
Selain korban meninggal, petugas gabungan juga mengevakuasi dan melakukan perawatan medis terhadap para korban luka-luka.
Total korban luka-luka mencapai 137 jiwa. Saat ini, korban luka sedang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan terdekat maupun faskes darurat.
Data sementara sore tadi, total rumah rusak berat sebanyak 154 unit, rusak sedang 49 unit, dan rusak ringan 38 unit.
"Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum, seperti fasilitas Pendidikan, tempat ibadah, kantor pemerintahan dan sejumlah fasilitas umum lain," ujarnya.






















































