jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid mengatakan partainya saat ini fokus mengikuti perkembangan zaman termasuk penggunaan artificial intelligence (AI).
Hal itu diutarakan Jazilul seusai agenda diskusi PKB Policy Talk “AI vs Manusia: Revolusi Industri Masa Depan atau Ancaman Eksistensi” di kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, pada Kamis (27/2).
“Ini PKB memiliki concern karena AI ini akan menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh Indonesia ke depan,” ucap Jazilul kepada wartawan.
Anggota DPR RI ini mengaku pihaknya juga mendorong agar Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi bisa melindungi penyalahgunaan AI.
“AI itu juga ada etika, ada cara, ada ini supaya tidak ada yang dirugikan. Bahkan ke depan ini akan sulit lagi membedakan mana yang asli, produk yang asli dan produk bikinan AI,” tuturnya.
Menurut dia, selama ini PKB telah menggunakan AI untuk sejumlah kebutuhan, yakni analisis, kampanye digital, dan iklan,
“Kamil akan terus merekrut anak-anak muda yang memiliki kemampuan untuk mengoperasionalkan AI atau membuat program terkait penguatan partai yang hubungannya dengan AI,” kata dia.
Sementara itu, Ketua DPP PKB Bidang Perdagangan dan Industri Lukmanul Khakim menuturkan AI bisa digunakana pada tiga aspek utama.