jpnn.com - PALEMBANG - Subagio Alatas, seorang pedagang daging sapi di Pasar KM 5 Palembang, Sumatera Selatan, berjualan secara online. Dia melakukan itu untuk menyiasati sepinya pembeli secara langsung di pasar.
Menurut dia, saat ini ibu-ibu sudah cerdas dan tidak mau lagi membeli ke langsung ke pasar dikarenakan berbagai alasan, salah satunya becek.
"Kalau secara langsung penjualan ini sedikit, makanya kami jualan secara online," ungkap Subagio Alatas atau Acong Alvino Online, pedagang daging sapi di KM 5 Palembang, Rabu (26/2).
Acong menjelaskan bahwa dalam satu hari bisa menjual daging sapi hingga 200 kilogram. "Alhamdulillah, untuk satu hari bisa laku 200 kilogram daging sapi," ungkap Acong.
Dalam berjualan, Acong tetap memperhatikan kualitas daging sapinya. "Kami juga menjamin, jika daging sapi kurang segar atau apa bisa dikembalikan, dan uang kembali, " ujar Acong.
Dia mengatakan harga daging sapi mengalami kenaikan menjelang bulan suci Ramadan. “Tiap hari selalu naik, dari harga Rp 95 ribu, Rp 97 ribu, dan hari ini Rp 102 ribu per kilogramnya,” kata dia.
Menurut dia, kenaikan harga daging disebabkan banyaknya pesanan dari pembeli.
"Kalau banyak permintaan, otomatis daging sapi pasti naik, " tutup Acong. (mcr35/jpnn)