jpnn.com - KUPANG - Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur Irjen Rudi Darmoko memastikan pihaknya juga siap mengantisipasi penjarahan atau pencurian di lokasi Gempa Flores.
Pak Rudi mengatakan Polda NTT menerjunkan petugas untuk berpatroli hingga ke rumah-rumah warga untuk mengantisipasi kejahatan pascagempa.
“Di tengah banyaknya warga yang mengungsi, Polda NTT juga mengantisipasi potensi gangguan keamanan di permukiman yang ditinggalkan,” katanya di Kupang, Senin (17/8).
Hal ini disampaikan berkaitan dengan upaya mencegah gangguan kamtibmas di tengah bencana alam gempa bumi di sejumlah kabupaten di pulau Flores.
Flores merupakan bagian dari NTT. Di pulau itu terdapat delapan kabupaten, yakni;
- Manggarai Barat dengan ibu kota Labuan Bajo,
- Manggarai dengan ibu kota Ruteng,
- Manggarai Timur dengan ibu kota Borong,
- Ngada dengan ibu kota Bajawa,
- Nagekeo dengan ibu kota Mbay,
- Ende dengan ibu kota Ende,
- Sikka dengan ibu kota Maumere,
- Flores Timur dengan ibu kota Larantuka.
Kapolda NTT mengatakan seluruh jajaran Polres sudah diperintahkan untuk meningkatkan patroli di kawasan permukiman kosong untuk memastikan rumah dan aset masyarakat tetap aman selama masa tanggap darurat.
“Kami tidak ingin ada yang memanfaatkan bencana seperti ini dengan melakukan hal-hal yang justru merugikan korban gempa,” tuturnya.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan hal-hal melanggar hukum di tengah bencana alam yang terjadi di daerah itu.





















.jpeg)
































