jpnn.com - JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin atau Kang TB meragukan kemampuan Indonesia menjadi fasilitator konflik Iran vs AS-Israel.
Kang TB berkata demikian demi menanggapi keinginan Presiden Prabowo Subianto yang konon siap menjadi fasilitator konflik tiga negara tersebut.
Menurut politikus PDI Perjuangan itu, syarat menjadi fasilitator dialog konflik ialah harus diterima oleh kedua belah pihak yang bersitegang.
Namun, ujarnya, Indonesia saat ini telah bergabung ke Board of Peace yag dibentuk Presiden AS Donald Trump.
Eks Sesmilpres itu menilai bahwa Iran sulit menerima kehadiran Indonesia menjadi fasilitator konflik ketika politik luar negeri Tanah Air condong ke Amerika Serikat.
"Dengan gerak diplomasi Indonesia yang saat ini dinilai lebih condong ke poros Amerika dan Israel melalui keterlibatan dalam BoP, sulit rasanya membayangkan Iran bisa menerima dengan mudah,” kata Kang TB, Minggu (1/3).
Mantan perwira tinggi dengan jabatan terakhir Mayjen itu mengatakan, fasilitator konflik harus membutuhkan komitmen serius.
Menurut Kang TB, Indonesia harus meluangkan waktu, tenaga, bahkan anggaran untuk memfasilitasi pihak-pihak yang berselisih.



















































