jpnn.com - TEHRAN - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa Israel ialah pelaku utama terorisme di dunia. Pezeshkian pada Jumat (18/4) mengatakan bahwa rezim Israel menggunakan perangkat lunak dan keras untuk melakukan pembunuhan di seluruh dunia.
Sementara, lanjut dia, beberapa pihak yang disebut sebagai pembela hak asasi manusia tetap mendukung rezim tersebut.
Pezeshkian menyatakan bahwa berdasarkan prinsip-prinsip kemanusiaan, tindakan Israel dapat dianggap sebagai tindakan genosida.
Pezeshkian menyampaikan meskipun Israel menghadapi sedikit oposisi internasional, setiap insiden yang melibatkan Iran justru sering disambut dengan kecaman luas dan tuduhan pelanggaran hak asasi manusia.
Kepala Negara Iran itu juga menyerukan negara-negara Islam untuk menunjukkan persatuan dan kekuatan yang lebih besar, sambil menegaskan bahwa jika mereka menunjukkan ketegasan yang lebih, Israel tidak akan berani melakukan tindakan kekerasan dan agresi semacam itu.
420 Ribu Warga Palestina kembali Mengungsi
Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) melaporkan pada Jumat (18/4) bahwa 420 ribu warga Palestina kembali mengungsi di Gaza sejak 18 Maret, menyusul pelanggaran Israel terhadap kesepakatan gencatan senjata.
Dalam sebuah pernyataan, badan tersebut memperingatkan bahwa bantuan kemanusiaan dan pasokan belum memasuki Jalur Gaza sejak 2 Maret 2025, ketika Otoritas Israel memberlakukan pengepungan.