jpnn.com, JAKARTA - Rumah Politik Indonesia (RPI) optimistis terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akan mengalami perubahan mendasar yang signifikan sepanjang Tahun 2026.
RPI yakin Jenderal Listyo Sigit bakal mewujudkan transformasi budaya yang signifikan di tubuh Polri di tahun 2026 dengan berkaca dengan kesuksesan Kapolri mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran di Tahun 2025.
“Kami yakin Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bakal membawa perubahan mendasar signifikan di Polri sepanjang Tahun 2026. Optimisme ini bukan tanpa dasar. Era pemerintahan Prabowo-Gibran membawa angin segar bagi reformasi institusi penegak hukum, dengan Polri diposisikan sebagai tulang punggung penegakan demokrasi hukum," ujar Direktur Eksekutif Rumah Politik Indonesia Fernando Emas dalam keterangannya, Sabtu (3/1/2026).
Fernando Emas mengungkapkan momentum ini merupakan peluang emas untuk mewujudkan transformasi budaya yang komprehensif, tidak hanya dalam aspek operasional, tetapi juga dalam membangun karakter dan integritas personel Polri.
Menurut dia, transformasi budaya Polri yang dicanangkan mencerminkan kebutuhan mendesak untuk menjawab tantangan zaman.
“Masyarakat Indonesia kini menuntut kepolisian yang tidak hanya tegas dalam menegakkan hukum, tetapi juga humanis, transparan, dan akuntabel dalam setiap tindakannya. Harapan ini sejalan dengan visi pemerintahan Prabowo-Gibran yang menekankan pada tata kelola pemerintahan yang bersih, profesional, dan berorientasi pada kepentingan rakyat," ujar dia.
Sebagai lembaga think tank yang fokus pada analisis politik dan kebijakan publik, kata Fernando Emas, Rumah Politik Indonesia memberikan pandangan strategis bahwa keberhasilan transformasi Polri akan berdampak luas pada stabilitas nasional.
Polri yang terreformasi, kata dia, akan menjadi fondasi kuat bagi penegakan hukum yang adil, perlindungan hak asasi manusia, dan terciptanya rasa aman di tengah masyarakat.






















































