jabar.jpnn.com, BANDUNG - Menteri Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH) Hanif Faisol Nurofiq mengungkapkan, permasalahan sampah di Bandung Raya menjadi perhatian serius Presiden Prabowo Subianto.
Dalam rapat kabinet, Presiden meminta kementeriannya untuk serius menanggulangi sampah, yang sudah hampir setahun belum juga rampung.
"Bandung menjadi perhatian Bapak Presiden. Pada beberapa kali ratas Bapak Presiden mengamanatkan kepada kita semua untuk segera menangani permasalahan sampah di Bandung Raya, kemudian di Jakarta. Jadi dua kota besar ini Bapak Presiden sangat antusias untuk diselesaikan," kata Hanif di Bandung, dikutip Minggu (1/3/2026).
Dalam kunjungannya ke Kota Bandung, Sabtu kemarin, Hanif menilai wilayah ini bisa menyelesaikan sampah di hulu secara ramah lingkungan.
"Ternyata Bandung bisa ya. Yang konon katanya enggak bisa, karena tidak dibolehkan menggunakan tenaga pengolahan yang tidak ramah. Ternyata bisa. Jadi banyak RW-RW yang mampu menuntaskan masalah sampahnya," ujarnya.
Penanganan sampah di tingkat RW ini dikatakan Hanif bisa menjadi salah satu cara untuk mengurangi beban sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir, sehingga inovasi seperti di wilayah Antapani Kidul tersebut diharapkannya bisa diperbanyak di wilayah lainnya.
Lebih lanjut, untuk memberikan kesadaran pemilahan sampah kepada masyarakat, menurut Hanif memang tidak mudah dan perlu waktu bertahun-tahun. Namun cara tersebut merupakan yang paling ampuh untuk menyelesaikan sampah dari hulu.
"Hanya dengan semacam ini maka penyelesaian sampah di kota bisa selesai. Tidak bisa dibebankan ke hilir pada saat hilirnya tidak ada muaranya," ucapnya.
















































