jpnn.com - Dewan Guru Besar (DGB) Universitas Indonesia meminta agar disertasi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia Bahlil Lahadalia dibatalkan.
Hal itu diputuskan setelah adanya sidang etik terhadap potensi pelanggaran yang terjadi dalam proses pembimbingan mahasiswa Program Doktor (S3) di Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) itu.
Sidang yang diketuai oleh Harkristuti Harkrisnowo itu mengatakan bahwa tim sidang etik telah bekerja dengan penuh kehati-hatian, tanpa diskriminasi, dan tidak melebihi kewenangannya.
Berdasarkan sidang etik tersebut, terdapat 4 pelanggaran yang menyebabkan Bahlil Lahadalia harus menulis ulang disertasinya dengan topik baru sesuai standar akademik UI.
Keempat pelanggaran tersebut, yakni ketidakjujuran dalam pengambilan data, di mana data penelitian disertasi diperoleh tanpa izin dari narasumber dan penggunaannya tidak transparan.
Kemudian, terdapat pelanggaran standar akademik, di mana Bahlil diterima dan lulus dalam waktu singkat tanpa memenuhi syarat akademik yang ditetapkan.
“Bahlil mendapat perlakuan khusus dalam proses akademik, termasuk keistimewaan dalam pembimbingan, perubahan mendadak penguji, hingga kemudahan dalam kelulusan,” bunyi surat rekomendasi itu.
Lalu, terdapat konflik kepentingan karena promotor dan kopromotor memiliki keterkaitan profesional dengan kebijakan yang diatur Bahlil saat menjabat sebagai pejabat negara.