jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah terus memperkuat fondasi kerukunan nasional melalui penguatan moderasi beragama.
Salah satu upaya dilakukan melalui Rapat Koordinasi Sekretariat Bersama (Sekber) Moderasi Beragama.
Pertemuan strategis ini melibatkan jajaran kementerian koordinator, kementerian teknis, hingga institusi pertahanan dan keamanan seperti TNI dan Polri.
"Kegiatan itu dalam upaya menyatukan visi, Kementerian Agama melalui Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM)," kata Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin, Minggu (8/2).
Dia menyebutkan fokus utama kegiatan ini untuk menyelaraskan kebijakan dan program kerja sepanjang 2026 agar sejalan dengan arah pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Sekjen Kemenag menegaskan moderasi beragama bukan sekadar teori, melainkan praktik kehidupan yang harus berdampak sosial.
"Indonesia adalah salah satu negara paling religius di dunia. Modal ini harus diarahkan ke sesuatu yang lebih substantif, yaitu pengejawantahan nilai agama yang mengajarkan kedamaian dalam kehidupan sehari-hari," ujar Kamaruddin.
Dia juga menyoroti pentingnya penyampaian pesan kebangsaan yang efektif kepada masyarakat.






















































