jatim.jpnn.com, KEDIRI - Sejumlah warga yang mengatasnamakan diri Aliansi Masyarakat Bersatu mendatangi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bandar Lor, Kota Kediri, Jumat (14/2).
Warga meminta aparat penegak hukum turun tangan terkait dugaan penggelapan dan penipuan di SPPG Kelurahan Bandar Lor yang berada di bawah naungan Yayasan Barokah Ala Khumaidah.
"Kami melakukan aksi damai yang diduga oknumnya melakukan penggelapan penipuan. Kami menuntut kepada pemerintah untuk menutup dan black list yayasan tersebut karena telah merugikan banyak orang dan masyarakat menerima manfaat," kata salah satu perwakilan massa di Kediri.
Menurut dia, modus yang digunakan dalam kasus tersebut adalah mengajak sejumlah investor untuk bekerja sama dengan iming-iming pembagian hasil. Namun, hingga hampir satu tahun, sebagian investor disebut belum menerima pembayaran.
Aliansi Masyarakat Bersatu juga melaporkan dugaan tersebut ke Kejaksaan Negeri Kota Kediri dan meminta kasus itu diusut tuntas.
Jaksa Fungsional Kejari Kota Kediri Wahyu Warsono mengatakan laporan yang disampaikan warga saat ini masih bersifat lisan.
Pihaknya mendorong agar pengaduan segera dilengkapi secara tertulis supaya alur kejadian dan dugaan modus bisa dipelajari lebih jelas.
"Harapan kami ada bukti yang menyertai dari laporan pengaduan tersebut kalau memang sekiranya ada hal yang patut diduga ada unsur melawan hukum," kata Wahyu.

















































